Monday, June 16, 2014

Adopsi Semangat Phunsukh di Film 3 Idiot




Mungkin ada dari Anda yang bisa menebak bagaimana jalan ceritanya. Tapi  saya tidak menceritakan tentang jalan ceritanya, tapi saya tertarik dengan salah satu karaktek dalam film ini.

Phunsukh Wangdu. Yah, inilah karakter yang menurut saya paling menarik menurut saya. Phunsukh Wangdu yang diperankan oleh Amir Kahn, adalah seorang mahasiswa biasa dan dipanggil dengan Rancho, namun memiliki pemikiran luar biasa.

Rancho adalah mahasiswa yang seolah bersikap non-mainstream, dan memiliki dua orang sahabat bernama Raju dan Farhan. Dalam pemikirannya, sekolah formal hanyalah sebuah formalitas. Tempat pembelajaran sesungguhnya adalah pengalaman dan praktik langsung dalam kehidupan sehari – hari. Tidak perlu kuliah tinggi –tinggi kalau pada akhirnya akan berkecimpung dalam dunia yang 180 derajat berbeda jauh dengan jurusan kuliah.

Diajuga merupakan seorang yang sangat mencintai kebebasan berpikir dan bertindak sesuai dengan hatinya. Baginya, semua harus dihadapi dengan berani dan bisa mengambil keputusan dengan bijak, sesuai dengan nurani. Hal itu juga yang ditularkannya kepada Raju dan Farhan. Ia juga telah berhasil mengatakan kepada kita, bahwa kita harus berani bertindak dan memperjuangkan mimpi kita. Tidak peduli apa yang dikatakan orang lain terhadap kita, bahkan termasuk orang tua yang mencoba mengarahkan hidup kita. Jadilah apa saja yang kamu sukai,menurut hatimu.

Rancho juga berhasil menggambarkan bahwa sukses bisa kita genggam asalkan kita berani menentukan langkah yang terbaik untuk hidup kita. Hingga akhirnya dia berhasil menjadi seorang pengusaha dan peneliti suksesyang memiliki 400 hak paten, dicari banyak orang di seluruh penjuru negeri.

Ia bahkan juga mendermakan diri sebagai seorang guru dan mengajar di pesisir pantai, membangun sebuah sekolah alam. Ini semua dia dapatkan tanpa mempergunakan ijazah sarjananya yang memang diatak punya. Ternyata selama kuliah, dia hanya menggantikan anak bosnya, Rancho, untuk berkuliah dengan meminjam namanya sebab nama aslinya adalah Chotte. Ternyata ia seorang yang haus ilmu, hanyabutuh belajar. Iatak butuh gelar.

Look. Sekarang kembali ke dalam kehidupan kita masing – masing. Sudahkah kita melakukan keberanian dalam hidup? Misalnya membuat sebuah keputusan yang sederhana namun pada akhirnya akan berdampak positif pada hidup kita? Apakah kita harus berlaku seekstrim Rancho?Jawabannya kembali ke dalam diri kita masing – masing.

Dalammenjalani kehidupan sehari – hari, kita terkadang dikungkung dengan sistem pendidikan formal sekolah. Sistem tersebut terkadang membatasi pemikiran kita untuk melakukan sesuatu yang lain, sesuai dengan yang kita sukai. Tidak banyak yang berpikiran untuk membuka usaha atau berlatih menjadi wirausaha karena telah terprogram oleh sistem. Saya menyebutnya tahap hidup yang konvensional. Taman kanak – kanak –SD– SMP-SMA-Kuliah-Kerja-Menikah-Berkeluarga-Punya Anak-Gotho another world :P. Si anak nantinya juga bakal `mewarisi` pola hidup yang sama dengan ayah ibunya. Begituuuuu terus sampai entah ke berapa generasi.

Negeriini (baca :Indonesia) adalah negeri yang dibangun atas semangat dan perjuangan para pemuda. Pemuda – pemudi setidaknya harus memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa ini. Apa? Mungkin bukan lagi ikut berperang dengan bambu runcing. Bukan lagi menyusup ke daerah musuh secara sembunyi – sembunyi. Bukan lagi seperti itu. Pemuda seharusnya mampu menjadi agen bangsa ini. Paling tidak, berjuang untuk kebahagiaan diri sendiri, tidak nglokro(bermalas-malasan),dan mampu menjadi sosok yang inspiratif. Misalnya dengan membuka usaha atau menjadi seorang enterpreneur. Terdengar sederhana memang,tapi tentu butuh nyali dan konsistensi untuk menjadi seorang wirausaha.

Saya pernah berlatih menjadi wirausaha dengan menjadi agen reseller salah satu coklat yang cukup terkenal di negeri ini. Pendapatannya tidak seberapa tapi pengalaman jatuh bangunnya itu yang luar biasa. Sudah capek keliling kota seharian karena order coklat cukup banyak, namun keuntungan yang didapatkan 10.000 rupiah saja. Hingga pada akhirnya,kami tidak pernah mengalami balik modal dan beralih menekuni bisnis lain, yaitu tas anyaman dari kulit sintetis. Hingga kini,perkembangannya masih jauh dari kondisi baik, kami belum balik modal, walau sudah berjalan selama lima bulan. Namun kami yakin, kami tidak pernah gagal, hanya kami belum bisa menang pada waktunya.

Yes,begitulah hidup. Mungkin di luar sana, masih banyak cerita – ceritalain yang lebih jatuh – bangun, yang lebih hebat, dan mengundang air mata. Dan menurut saya, setiap orang akan hidup dari pengalaman dan cerita – ceritanya. Bedanya adalah bagaimana seseorang dalam memperlakukan pengalamannya. Pelajaran yang didapatkan sebelumnya,tentu menjadi bekal yang sangat berguna untuk kemudian hari.

Kebanyakan,lulusan sarjana sudah berangan – angan mendapatkan gaji yang besar,langsung bisa bekerja di perusahaan impian mereka. Harus berjuang keras untuk menyingkirkan puluhan bahkan ratusan saingan lainnya.Pada akhirnya malah apes, tidak segera mendapatkan pekerjaan sama sekali, lalu drop, dan akhirnya psikisnya sakit. Berkali – kaligagal lagi, dan tidak satu kali pun terpikir untuk menjadi wirausaha.Entah karena malas, sudah negatif thinking duluan, atau bahkan takut memulai.

Semua orang, termasuk saya, tentu mengiginkan kehidupan yang sukses dansehat secara finansial. Tentu kita mendambakan tabungan yang banyak di hari tua, mendambakan sudah memiliki rumah sendiri setelah menikah nanti, atau memiliki mimpi lain untuk travelling ke seluruh negeri. Dan itu bukan mimpi, kawan. Itu bisa kita wujudkan. Menjadi seorang wirausaha itu tidak dosa, dan gagal itu juga bukan takdir. Gagal itu hanya masalah nasib.

Mungkinkita pernah jatuh. Kita pernah berlari. Kita tertawa dan menangis.Kita terdiam. Kita pupus. Kita berbicara. Kita tumbang. Kita miskin.Kita marah. Kita iba. Kita berdiri. Kita rugi. Kita bangkrut. Kitapergi. Kita kembali. Kita belajar, kita berusaha. Kita hidup, lalu akan mati. Kita tidur. Kita bangun. Kita bermimpi. Kita maju. Kita sukses. Semua itu proses hidup. Dan berwirausaha seharusnya juga mampu disisipkan dalam rangkainan tersebut.

Berwirausaha bagi saya, itu berarti kita berusaha untuk mandiri. Sekaligus mengurangi jumlah pencari kerja yang jumlahnya semakin bertambah banyak setiap hari. Lalu apa kaitannya antara film 3 idiot dengan wirausaha?Tentu saja semangat Rancho-lah yang harus kita tiru. Sebagai seorang muda yang ingin berwirausaha, kita harus konsisten dan berani mengatakan pada orang – orang di sekeliling kita bahwa kita ingin menjadi pengusaha. Hiduplah keluar dari sarangmu dan berpikir out of the box. Lakukan apabila hatimu menyuruhmu untuk melakukannya. Jika ada anak –anak muda yang seperti Rancho, yang mampu berinisiatif,dan tidak takut menghadapi resiko, tentu kita bisa sukses bersama.

Jangan lupa tentukan mana jalan mana yang akan kita pilih. Jalan mana yangkita sukai dan akan mengantarkan kita pada suatu kesuksesan.Yakinilah, apa yang seharusnya diyakini. Kita masih muda, masih punya otot dan pikiran yang kuat. Masih punya banyak kesempatan untuk memulai hal – hal yang baru, salah satunya berwirausaha!! Usia mudaberkarya dan berencana, juga berwirausaha. Tentu kelak di usia tua bakal mapan dan sejahtera.


Sometimes,you dont have to think to much. Just go...when your heart takes you....



_Yogyakarta, June 2014 dan saya baru menyadari kalau saya benar2 sok tahu