Friday, January 3, 2014

Baut yang Menopang Pesawatmu

Waktu kecil dulu, seringkali aku dan teman-teman bermain tebak-tebakan berbagai hal dari mulai yang bermutu sampai yang tidak. Aku tahu, mungkin waktu itu, kami semua menganggapnya hanya sebagai sebuah lelucon sambil lalu. Pertanyaan demi pertanyaan adalah bahan bakar dan bumbu tertawa yang lebih keras. Pertanyaan yang kami anggap jayus seperti,”Apa yang paling kuat dari sebuah pesawat?” yang ternyata jawabannya adalah Mur/Baut, hampir selalu menjadi bahan lelucon ‘nerd’ kami ketika itu.

And you know, seiring waktu berjalan, itu adalah pertanyaan yang cukup menggelitik bagiku kini. Tentu saja,  Habibie pun tahu bahwa pesawat akan berbentuk dengan sempurna apabila ada mur dan baut yang kuat menopang dan merekatkannya. Tujuannya? Simpel saja, tujuannya adalah agar antar bagian pesawat dapat saling terhubung, berkesinambungan, merekat. Menjadi satu. Intinya, bagian-bagian itu dapat menciptakan sebuah pengalaman baru: TERBANG!

Baut-baut itu pun yang nantinya mungkin akan mengeras, berkarat, dan akhirnya aus, rusak. Tapi baut akan rusak  setelah ia berhasil membawa banyak manfaat, mempersatukan, dan membawa terbang ribuan jiwa yang mungkin juga memiliki tujuan yang mulia.

Filosofi baut dan pesawat mungkin sangat-sangat sederhana, sesederhana bagaimana rel-rel kereta yang menyatu satu dengan lainnya untuk memudahkan aksesibilitas kereta api yang lewat di atasnya. Tapi ini lain, i mean, aku berbicara tentang terbang –ke tempat yang lebih tinggi- , bergerak mendekati sebuah manfaat dan tujuan., yang menggantung tinggi di atas sana.

Tidak ada yang pernah salah untuk sebuah tujuan dan visi baru. Sekalipun sebuah pesawat harus berbelok arah dan akhirnya memilih jalur baru demi terciptanya tujuan baru itu, itu sah-sah saja. Bahkan mungkin, sang pilot harus menginstruksikan untuk mengganti beberapa baut dengan baut lain, yang dianggap bisa membawa terbang dengan lebih tinggi. Baut-baut yang lama juga tidak lantas dibuangnya, melainkan akan digunakannya lagi di penerbangannya yang lain, dengan pesawat berbeda yang lebih pas menggunakan baut tersebut.

Tapi percayalah, penggantian baut-baut itu bukanlah untuk mengeliminasi atau menyisihkan salah satu atau beberapa baut. Tujuannya tetap sama : Terbang! Bahkan Mungkin lebih tinggi!

Jadilah seperti baut. Ia akan menguatkan, mempersatukan, hingga akhirnya berkarat, kemudian ia mungkin akan tergantikan. Tapi ketahuilah, dalam kepercayaanku, kita akan terus hidup asal terus memupuk mimpi-mimpi baru.

Jika memang pesawat lamamu telah mengijinkanmu berkelana ke tempat yang baru, maka berkelanalah. Ijinlah raga dan pikiran mengeksplorasi panorama dan semangat baru yang mungkin saja timbul dari hal yang sangat sederhana di tempat barumu. Yakini saja, bahwa sebenarnya, sebuah baut adalah penguat. Ia mampu merekatkan, setia pada tempatnya, dan berusaha untuk menjaga stabilisasi selama masa terbang. Ia mampu menyatukan, menjadi sebuah benda kecil yang sukses mengantarkan ribuan bahkan jutaan jiwa, terbang ke tempat lebih tinggi.

Kita sudah sejauh ini, kawan. Kita sudah cukup berhasil.

Karena kini kita sudah bisa terbang. Hanya harus terbang lebih tinggi lagi.

On my rooftop. Yogyakarta, Dec 19th, 2013. 10.22 pm

*Aku tahu bahwa nanti, saatnya akan datang, entah cepat atau lambat. Tidak ada yang perlu dirisaukan. Pada akhirnya akan ada yang benar-benar pergi mencari pesawat-pesawat lain di luar sana. Seperti kukatakan sebelumnya, tetaplah berkelana, temukan bandaramu, hinggaplah, berilah manfaat, lalu kemudian pergi lagi. Berkelanalah lagi, cari bandara barumu. Engkau akan menjelajahi puluhan bahkan ratusan runaway pun taxiway. Ini hanya sementara, even bullshities-nya, hanya soal waktu. Suatu saat nanti, pasti beberapa akan benar-benar pergi, mungkin dalam urusan yang lainnya.
Tapi catatlah, bahwa ketika aku mengatakan bahwa aku ingin pergi, pahamilah bahwa sebenarnya aku tidak benar-benar pergi.... aku akan tetap jadi salah satu baut....yang akan tetap menopang pesawatmu.

No comments:

Post a Comment