Belakangan ini, masyarakat Indonesia sedang gencar berburu batu akik. Bagaimana tidak? Barang galian bukan logam yang termasuk dalam industri manufaktur ini mengalami pertumbuhan produksi sebesar 9,76 persen pada tahun 2014. Bahkan, google trends mencatat peningkatan minat terhadap batu akik di Indonesia meningkat sangat tajam dimulai pada bulan Agustus 2014.
Batu ini sebenarnya sudah banyak dijumpai di Indonesia, jauh sebelum Indonesia terjangkiti fenomena demam batu akik. Kini, batu ini seolah menjadi barang idaman dimana hampir setiap orang ingin memilikinya. Ketika batu menjadi sebuah komoditas, ia tentunya akan memiliki nilai jual. Hal yang membedakannya adalah kualitas dan juga tiga faktor yang akan memberikan pengaruh terhadap harga yang ditawarkan.
Pertama, adalah faktor usia, dimana semakin besar langka kekerasan batuan tersebut. Sehingga, apabila dijual, harga bebatuan tersebut akan mahal. Kedua, faktor lokasi, dimana jika dua bebatuan dengan jenis yang sama, akan bernilai berbeda diakibatkan karena letak lokasi bebatuan tersebut. Lokasi akan berpengaruh terhadap serapan energi yang akan menentukan besar kecilnya khasiat ataiu daya kekuatan bebatuan tersebut. Faktor yang ketiga adalah faktor spesifi kasi, sebuah faktor yang sulit diidentifikasi karena untuk membuktikannya juga jauh lebih sulit.
Akan tetapi, sebagai orang awam ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan akik yang berkualitas, di antaranya:
a. Pertama, adalah faktor usia, dimana semakin besar langka kekerasan batuan tersebut. Sehingga, apabila dijual, harga bebatuan tersebut akan mahal. Kedua, faktor lokasi, dimana jika dua bebatuan dengan jenis yang sama, akan bernilai berbeda diakibatkan karena letak lokasi bebatuan tersebut. Lokasi akan berpengaruh terhadap serapan energi yang akan menentukan besar kecilnya khasiat ataiu daya kekuatan bebatuan tersebut. Faktor yang ketiga adalah faktor spesifi kasi, sebuah faktor yang sulit diidentifi kasi karena untuk membuktikannya juga jauh lebih sulit. Berhati-hatilah jika ada yang menawarkan batuan yang murah, teliti dahulu keaslian batuan tersebut
b. Pilih bahan batu dalam keadaan kering karena akan lebih terlihat corak dan serat yang akan dihasilkannya.
c. Pilihlah warna bebatuan yang lebih gelap yang menandakan bahwa batuan tersebut sudah mengkristal. Sementara, biasanya batuan dengan warna yang lebih terang lebih memiliki kadar kapur yang tinggi dan proses pengkristalannya belum sempurna.
d. Pergunakanlah senter untuk menilik kristal batu, apakah tembus cahaya, ataukah tidak
e. Tanyalah kepada penjual mengenai sertifikasi bebatuan tersebut
f. Anda mungkin bisa mengajak rekan atau sanak saudara yang lebih berpengalaman dalam memilih bebatuan
Menurut Yuswohady, seperti dilansir dari selasar. com, kalangan peminat batu akik ini sebagian besar adalah kalangan kelas menengah ke bawah, yang dalam hal ini ia menyebutnya sebagai Consumer 3000. Kalangan ini biasanya memiliki tiga ciri khas utama, Pertama, memiliki daya beli tinggi (high buying power). Kedua, berpengetahuan dan berwawasan luas (knowledgeable) mengingat sumber-sumber informasi terbuka luas terutama internet. Ketiga, terhubung satu sama lain (socially-connected) melalui media baru seperti blog, Twitter, atau Facebook, termasuk juga word of mouth!
Namun yang perlu digaris bawahi, justru yang menjadi peminat untuk berburu batu akik adalah kalangan kelas menengah. Padahal harga batu akik sendiri juga bisa dibilang tidaklah murah. Bagaimana bisa? Ciri keempat yang dimiliki kelas menengah adalah memiliki uang menganggur yang banyak. Mereka akan punya banyak waktu untuk melakukan hobi, merancang sebuah agenda, dan berinvestasi ke dalam sebuah portofolio—yang dalam hal ini adalah
batu akik.
Jika boleh meminjam pernyataan dari Alan Greenspan, tingkah laku masyarakat kelas menengah ini bisa dikategorikan sebagai irrational exhuberance, yaitu mewujudkan kebebasan finansial dengan cara-cara yang instan. Fenomena tersebut mirip seperti yang terjadi di Amerika Serikat tahun 1999-2000 dimana terjadi kegilaan pasar di Amerika Serikat terhadap harga saham teknologi yang melambung sangat tinggi pada fenomena Dotcom
bubble.
![]() |
| The NASDAQ Composite (dotcom bubble) |
![]() |
| Alan Greenspan |
Namun demikian, pergerakan bisnis batu akik yang terjadi justru bisa membawa pertumbuhan perekonomian ke arah yang lebih baik karena mampu menjadi magnet dan komoditi yang bisa menjanjikan sebuah investasi di masa mendatang, jika kita mampu membaca pasar dan peluang, but still, stay away from the monkey business!


