Thursday, July 30, 2015

Akik : Si Seksi Untuk Investasi


Belakangan ini, masyarakat Indonesia  sedang gencar berburu batu akik.  Bagaimana tidak? Barang galian  bukan logam yang termasuk dalam  industri manufaktur ini mengalami  pertumbuhan produksi sebesar 9,76  persen pada tahun 2014. Bahkan,  google trends mencatat peningkatan  minat terhadap batu akik di Indonesia  meningkat sangat tajam dimulai pada  bulan Agustus 2014.

Batu ini sebenarnya sudah banyak dijumpai  di Indonesia, jauh sebelum Indonesia  terjangkiti fenomena demam batu akik. Kini, batu  ini seolah menjadi barang idaman dimana hampir  setiap orang ingin memilikinya. Ketika batu  menjadi sebuah komoditas, ia tentunya akan  memiliki nilai jual. Hal yang membedakannya  adalah kualitas dan juga tiga faktor yang akan  memberikan pengaruh terhadap harga yang  ditawarkan.






Pertama, adalah faktor usia, dimana semakin  besar langka kekerasan batuan tersebut.  Sehingga, apabila dijual, harga bebatuan tersebut  akan mahal. Kedua, faktor lokasi, dimana jika  dua bebatuan dengan jenis yang sama, akan  bernilai berbeda diakibatkan karena letak lokasi  bebatuan tersebut. Lokasi akan berpengaruh  terhadap serapan energi yang akan menentukan  besar kecilnya khasiat ataiu daya kekuatan  bebatuan tersebut. Faktor yang ketiga adalah  faktor spesifi kasi, sebuah faktor yang sulit  diidentifikasi karena untuk membuktikannya juga  jauh lebih sulit.

Akan tetapi, sebagai orang awam ada beberapa  tips yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan  akik yang berkualitas, di antaranya:
a.  Pertama, adalah faktor usia, dimana semakin  besar langka kekerasan batuan tersebut.  Sehingga, apabila dijual, harga bebatuan tersebut  akan mahal. Kedua, faktor lokasi, dimana jika  dua bebatuan dengan jenis yang sama, akan  bernilai berbeda diakibatkan karena letak lokasi  bebatuan tersebut. Lokasi akan berpengaruh  terhadap serapan energi yang akan menentukan  besar kecilnya khasiat ataiu daya kekuatan  bebatuan tersebut. Faktor yang ketiga adalah  faktor spesifi kasi, sebuah faktor yang sulit  diidentifi kasi karena untuk membuktikannya juga  jauh lebih sulit.  Berhati-hatilah jika ada yang menawarkan  batuan yang murah, teliti dahulu keaslian  batuan tersebut

b. Pilih bahan batu dalam keadaan kering  karena akan lebih terlihat corak dan serat  yang akan dihasilkannya.

c. Pilihlah warna bebatuan yang lebih gelap  yang menandakan bahwa batuan tersebut  sudah mengkristal. Sementara, biasanya  batuan dengan warna yang lebih terang  lebih memiliki kadar kapur yang tinggi dan  proses pengkristalannya belum sempurna.

d. Pergunakanlah senter untuk menilik kristal  batu, apakah tembus cahaya, ataukah tidak

e. Tanyalah kepada penjual mengenai  sertifikasi bebatuan tersebut

f. Anda mungkin bisa  mengajak rekan atau  sanak saudara yang lebih  berpengalaman dalam  memilih bebatuan

Menurut Yuswohady, seperti dilansir dari selasar. com, kalangan peminat batu akik ini sebagian  besar adalah kalangan kelas menengah ke  bawah, yang dalam hal ini ia menyebutnya  sebagai Consumer 3000. Kalangan ini biasanya  memiliki tiga ciri khas utama, Pertama,  memiliki daya beli tinggi (high buying power).  Kedua, berpengetahuan dan berwawasan luas  (knowledgeable) mengingat sumber-sumber  informasi terbuka luas terutama internet. Ketiga,  terhubung satu sama lain (socially-connected)  melalui media baru seperti blog, Twitter, atau  Facebook, termasuk juga word of mouth!

Namun yang perlu digaris bawahi, justru yang  menjadi peminat untuk berburu batu akik adalah kalangan kelas menengah. Padahal harga  batu akik sendiri juga bisa dibilang tidaklah  murah. Bagaimana bisa? Ciri keempat yang  dimiliki kelas menengah adalah memiliki uang menganggur yang banyak. Mereka akan punya  banyak waktu untuk melakukan hobi, merancang  sebuah agenda, dan berinvestasi ke dalam  sebuah portofolio—yang dalam hal ini adalah
batu akik.

Jika boleh meminjam pernyataan  dari Alan Greenspan, tingkah laku masyarakat  kelas menengah ini bisa dikategorikan sebagai  irrational exhuberance, yaitu mewujudkan  kebebasan finansial dengan cara-cara yang instan. Fenomena tersebut mirip seperti yang  terjadi di Amerika Serikat tahun 1999-2000  dimana terjadi kegilaan pasar di Amerika Serikat terhadap harga saham teknologi yang  melambung sangat tinggi pada fenomena Dotcom
bubble.
The NASDAQ Composite (dotcom bubble)

Alan Greenspan

Namun demikian, pergerakan bisnis batu akik  yang terjadi justru bisa membawa pertumbuhan  perekonomian ke arah yang lebih baik karena  mampu menjadi magnet dan komoditi yang  bisa menjanjikan sebuah investasi di masa  mendatang, jika kita mampu membaca pasar  dan peluang, but still, stay away from the monkey  business!

No comments:

Post a Comment