PCMI
Yogyakarta (Purna
Caraka Muda Indonesia) atau
lebih dikenal dengan PCMI Jogja, merupakan
organisasi non-laba yang diinisiasi oleh alumni program Pertukaran
Pemuda Antar Negara (PPAN) sejak 17 Desember 1977 dengan negera
tujuan Malaysia,
kapal pemuda Jepang-ASEAN (SSEAYP), Australia, Korea Selatan, Kanada,
dan Tiongkok. Dan mulai tahun 2015 ini, ada satu negara tambahan yang
menjadi tujuan program, yakni India. Konten program untuk setiap
negara juga berbeda antara satu dengan lainnya, misalnya
professionalism (Australia), kepemimpinan untuk SSEAYP, Art &
Culture (Korea Selatan&India), Community Development (Kanada),
dan Enterpreneur (Tiongkok&Malaysia).
PPAN
merupakan program yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian
Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sesuai dengan Undang-undang
No. 23 Tahun 2014 yang bertujuan menyiapkan kader pemuda
berkualifikasi nasional melalui kerjasama kepemudaan internasional.
Selain
itu, program PPAN ini merupakan pelaksanaan amanat Pasal 22
Undang-undang Kepemudaan yang secara eksplisit tercantum dalam rangka
menghadapi tantangan global. Semua
program terbagi ke menjadi dua kegiatan, yakni fase Indonesia dan
juga fase di negara yang menjadi tujuan masing-masing program dengan
sistem full
accommodation.
Para
peserta pada setiap program berasal dari hampir semua provinsi di
Indonesia, sesuai dengan pembagian kuota program dan kuota gender
oleh Kemenpora kepada provinsi yang bersangkutan. Dalam artian,
setiap tahunnya, suatu provinsi tidak selalu mendapatkan program yang
sama dan kuota gender yang sama, atau bahkan tidak mendapat kuota
sama sekali untuk program tertentu. Semua perwakilan untuk setiap
program dari masing-masing provinsi akan menjalani Pre-Departure
Training (PDT) secara bersama-sama di Jakarta dan untuk selanjutnya
akan dinobatkan sebagai Duta Muda Indonesia untuk menjalani dan
menyelesaikan program.
Para
alumni yang telah menjalani program, akan kembali ke provinsi
masing-masing dan bergabung dengan PCMI di provinsi masing-masing.
Demikian halnya dengan PCMI Jogja, yang juga merupakan organisasi
alumni PPAN yang merupakan perwakilan
Yogyakarta.
Dalam
perkembangannya, disamping memberikan manfaat untuk kelangsungan
organisasi, kami, PCMI Jogja, juga turut melaksanakan beragam Post
Program Activity (PPA). PPA merupakan salah satu kewajiban yang harus
dijalankan oleh setiap alumni PPAN selepas menjalani program.
Kegiatan tersebut meliputi personal development, local community
development, dan volunteering activity. Atau beragam kegiatan lain
yang disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Salah
satu perwujudan dan kontribusi yang dilakukan oleh PCMI Jogja
misalnya mewadahi para komunitas yang ada di Yogyakarta dalam sebuah
forum bertajuk `Voluntary Day` yang biasanya digelar menjelang
kegiatan seleksi PPAN setiap tahunnya, yakni sekitar Maret/April.
Kegiatan ini bertujuan
sebagai sarana sharing
komunitas,
memperkuat eksistensi komunitas, serta memperluas jaringan.
Tak
hanya itu, sebagai salah satu perwujudan membangun local community,
PCMI Jogja juga kerap menjadi fasilitator dalam berbagai event.
Misalnya memfasilitasi warga di seputar Waduk Sermo, Kulon Progo,
untuk turut memberikan cultural exposure experience. Kegiatan ini
merupakan salah satu bagian dalam program pertukaran
Indonesia-Australia. Pun demikian halnya menjadi fasilitator dan
event organizer untuk Lokal Mondiaal, sebuah organisasi non profit
asal Belanda yang fokus pada organisasi media, juga pada
international development, foreign reporting, dan global citizenship.
Kami menjadi fasilitator mahasiswa Belanda dan Bulgaria untuk program
tersebut selama tiga kali putaran dengan durasi dua bulan untuk
setiap putaran.
Selama
bulan Juni-Awal Agustus 2015 ini, PCMI Jogja juga menjadi
host untuk
program USINDO Summer Studies, sebuah program musim panas yang telah
berjalan selama 20 tahun dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa
Amerika untuk belajar Bahasa Indonesia dan kebudayaan di Yogyakarta.
Untuk memperkenalkan mereka pengalaman langsung dengan kearifan
lokal, beberapa diantara mereka juga mendapat kesempatan untuk
menjadi seorang abdi dalem. Mereka berkesempatan menjalani program
magang di Tepas Tandhayekti di Keraton Yogyakarta.
Kontribusi
kami juga tak hanya berhenti pada lingkup organisasi. Para anggota
dari PCMI Jogja, secara pribadi dan individu, juga senantiasa
berkiprah sesuai dengan bidangnya. Salah satunya adalah Hambar Riyadi
yang mendirikan komunitas Anak Wayang Indonesia (AWI). Alumni Program
Indonesia-Australia tahun 2012 ini berharap AWI dapat berpartisipasi
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui
pendidikan pendampingan anak-anak. Termasuk juga berupaya mewujudkan
anak-anak yang sejahtera, mandiri, demokratis dan berbudaya. Salah
satu kegiatannya adalah mengajarkan bahasa Inggris secara gratis
untuk anak-anak.
Tak
hanya itu, beberapa alumni ada juga yang merupakan alumni gerakan
Indonesia Mengajar yang senantiasa juga kerap mengadakan beragam
event pemberdayaan masyarakat seperti salah satunya membantu
memasyarakatkan produk pertanian di Minggir, Sleman. Dalam
bidang seni dan budaya, beberapa anggota kami juga turut
menjembatani keberlangsungan sebuah organisasi dengan melakukan
pendampingan pada Loka Art Studio, sebuah organisasi non profit yang
berlokasi di Ngaglik, Sleman, dan berkiprah secara rutin dalam
pelestarian kesenian tari dan batik.
Pun
demikian halnya dalam bidang enterpreneur berbasis budaya. Meika
Hazim, alumni kapal pemuda ASEAN-Jepang (SSEAYP) 2008 adalah
womanpreneur penggagas dan pemilik Cokelat nDalem. Signature rasa
dari setiap produknya adalah jenis minuman tradisional dari
Yogyakarta. Tak jauh berbeda yang dilakukan oleh Sekarlangit
Saptohoedojo,
SSEAYP 1995, yang berkiprah dalam bidang seni dan budaya. Ia
senantiasa memperkenalkan ragam budaya lewat lukisannya dan juga
melalui kain batik dan dipajang di gallery Saptohoedojo yang kini
dikelolanya.
Dalam
bidang pendidikan dan pengajaran, beberapa alumni PCMI Jogja juga
menjalani peran sebagai pengajar di berbagai universitas. Desideria
Murti, alumni Indonesia-Kanada 2008, adalah wakil dekan dan juga
dosen di sebuah universitas di Yogyakarta. Dia adalah peraih master
dari Colorado State University dan saat ini akan meneruskan ke
jenjang doctoral di Australia.
Ada
pula anggota PCMI Jogja yang tergabung organisasi internasional
seperti yang dijalani oleh Notonegoro, alumni pertukaran
Indonesia-Kanada 1994. Menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X ini kini
berkiprah di PBB dan berkantor di New York, Amerika Serikat. Bahkan,
salah satu anggota PCMI Jogja program SSEAYP 1974, Abdurrahman
Mohammad Fachir, adalah Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang baru
saja dilantik oleh Jokowi pada Oktober 2014 lalu.
Ke
depannya, kami, PCMI Jogja, akan senantiasa berupaya untuk
meningkatkan partisipasi masyararakat pada umumnya, dan pemuda pada
khususnya, terutama kaitannya dalam hal local community development.
Ingin
menjadi delegasi Jogja selanjutnya dan bergabung bersama kami? Tahun
ini, Jogja mendapatkan 5 kuota dari Kemenpora yaitu Australia, India,
Jepang-Asean, Malaysia, dan Tiongkok. Akan ada 4 tahapan seleksi yang
akan dilaksanakan yaitu seleksi administrasi, seleksi interview (9
April), semi final (12-14 April), dan Grand Final (22-24 April).
Nantinya hanya akan dipilih satu orang perwakilan untuk setiap kuota
program.
Tertarik?
Silakan daftarkan diri Anda ke ppan2016.pcmijogja.com paling lambat 3
April pukul 06.00 WIB.
Lebih
dekat dengan kami? Follow twitter dan
LINE@:
@pcmijogja dan FB : PCMI JOGJA dan http://pcmijogja.com/.
Salam,
Vinia
R. Prima
Perwakilan
Jogja untuk IMYEP 2013