Monday, March 28, 2016

PCMI Jogja Buka Pendaftaran Youth Exchange Program 2016

PCMI Yogyakarta (Purna Caraka Muda Indonesia) atau lebih dikenal dengan PCMI Jogja, merupakan organisasi non-laba yang diinisiasi oleh alumni program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) sejak 17 Desember 1977 dengan negera tujuan Malaysia, kapal pemuda Jepang-ASEAN (SSEAYP), Australia, Korea Selatan, Kanada, dan Tiongkok. Dan mulai tahun 2015 ini, ada satu negara tambahan yang menjadi tujuan program, yakni India. Konten program untuk setiap negara juga berbeda antara satu dengan lainnya, misalnya professionalism (Australia), kepemimpinan untuk SSEAYP, Art & Culture (Korea Selatan&India), Community Development (Kanada), dan Enterpreneur (Tiongkok&Malaysia).
PPAN merupakan program yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sesuai dengan Undang-undang No. 23 Tahun 2014 yang bertujuan menyiapkan kader pemuda berkualifikasi nasional melalui kerjasama kepemudaan internasional. Selain itu, program PPAN ini merupakan pelaksanaan amanat Pasal 22 Undang-undang Kepemudaan yang secara eksplisit tercantum dalam rangka menghadapi tantangan global. Semua program terbagi ke menjadi dua kegiatan, yakni fase Indonesia dan juga fase di negara yang menjadi tujuan masing-masing program dengan sistem full accommodation.
Para peserta pada setiap program berasal dari hampir semua provinsi di Indonesia, sesuai dengan pembagian kuota program dan kuota gender oleh Kemenpora kepada provinsi yang bersangkutan. Dalam artian, setiap tahunnya, suatu provinsi tidak selalu mendapatkan program yang sama dan kuota gender yang sama, atau bahkan tidak mendapat kuota sama sekali untuk program tertentu. Semua perwakilan untuk setiap program dari masing-masing provinsi akan menjalani Pre-Departure Training (PDT) secara bersama-sama di Jakarta dan untuk selanjutnya akan dinobatkan sebagai Duta Muda Indonesia untuk menjalani dan menyelesaikan program.
Para alumni yang telah menjalani program, akan kembali ke provinsi masing-masing dan bergabung dengan PCMI di provinsi masing-masing. Demikian halnya dengan PCMI Jogja, yang juga merupakan organisasi alumni PPAN yang merupakan perwakilan Yogyakarta.
Dalam perkembangannya, disamping memberikan manfaat untuk kelangsungan organisasi, kami, PCMI Jogja, juga turut melaksanakan beragam Post Program Activity (PPA). PPA merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap alumni PPAN selepas menjalani program. Kegiatan tersebut meliputi personal development, local community development, dan volunteering activity. Atau beragam kegiatan lain yang disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Salah satu perwujudan dan kontribusi yang dilakukan oleh PCMI Jogja misalnya mewadahi para komunitas yang ada di Yogyakarta dalam sebuah forum bertajuk `Voluntary Day` yang biasanya digelar menjelang kegiatan seleksi PPAN setiap tahunnya, yakni sekitar Maret/April. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana sharing komunitas, memperkuat eksistensi komunitas, serta memperluas jaringan.
Tak hanya itu, sebagai salah satu perwujudan membangun local community, PCMI Jogja juga kerap menjadi fasilitator dalam berbagai event. Misalnya memfasilitasi warga di seputar Waduk Sermo, Kulon Progo, untuk turut memberikan cultural exposure experience. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam program pertukaran Indonesia-Australia. Pun demikian halnya menjadi fasilitator dan event organizer untuk Lokal Mondiaal, sebuah organisasi non profit asal Belanda yang fokus pada organisasi media, juga pada international development, foreign reporting, dan global citizenship. Kami menjadi fasilitator mahasiswa Belanda dan Bulgaria untuk program tersebut selama tiga kali putaran dengan durasi dua bulan untuk setiap putaran.
Selama bulan Juni-Awal Agustus 2015 ini, PCMI Jogja juga menjadi host untuk program USINDO Summer Studies, sebuah program musim panas yang telah berjalan selama 20 tahun dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa Amerika untuk belajar Bahasa Indonesia dan kebudayaan di Yogyakarta. Untuk memperkenalkan mereka pengalaman langsung dengan kearifan lokal, beberapa diantara mereka juga mendapat kesempatan untuk menjadi seorang abdi dalem. Mereka berkesempatan menjalani program magang di Tepas Tandhayekti di Keraton Yogyakarta.
Kontribusi kami juga tak hanya berhenti pada lingkup organisasi. Para anggota dari PCMI Jogja, secara pribadi dan individu, juga senantiasa berkiprah sesuai dengan bidangnya. Salah satunya adalah Hambar Riyadi yang mendirikan komunitas Anak Wayang Indonesia (AWI). Alumni Program Indonesia-Australia tahun 2012 ini berharap AWI dapat berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan pendampingan anak-anak. Termasuk juga berupaya mewujudkan anak-anak yang sejahtera, mandiri, demokratis dan berbudaya. Salah satu kegiatannya adalah mengajarkan bahasa Inggris secara gratis untuk anak-anak.
Tak hanya itu, beberapa alumni ada juga yang merupakan alumni gerakan Indonesia Mengajar yang senantiasa juga kerap mengadakan beragam event pemberdayaan masyarakat seperti salah satunya membantu memasyarakatkan produk pertanian di Minggir, Sleman. Dalam bidang seni dan budaya, beberapa anggota kami juga turut menjembatani keberlangsungan sebuah organisasi dengan melakukan pendampingan pada Loka Art Studio, sebuah organisasi non profit yang berlokasi di Ngaglik, Sleman, dan berkiprah secara rutin dalam pelestarian kesenian tari dan batik.
Pun demikian halnya dalam bidang enterpreneur berbasis budaya. Meika Hazim, alumni kapal pemuda ASEAN-Jepang (SSEAYP) 2008 adalah womanpreneur penggagas dan pemilik Cokelat nDalem. Signature rasa dari setiap produknya adalah jenis minuman tradisional dari Yogyakarta. Tak jauh berbeda yang dilakukan oleh Sekarlangit Saptohoedojo, SSEAYP 1995, yang berkiprah dalam bidang seni dan budaya. Ia senantiasa memperkenalkan ragam budaya lewat lukisannya dan juga melalui kain batik dan dipajang di gallery Saptohoedojo yang kini dikelolanya.
Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, beberapa alumni PCMI Jogja juga menjalani peran sebagai pengajar di berbagai universitas. Desideria Murti, alumni Indonesia-Kanada 2008, adalah wakil dekan dan juga dosen di sebuah universitas di Yogyakarta. Dia adalah peraih master dari Colorado State University dan saat ini akan meneruskan ke jenjang doctoral di Australia.
Ada pula anggota PCMI Jogja yang tergabung organisasi internasional seperti yang dijalani oleh Notonegoro, alumni pertukaran Indonesia-Kanada 1994. Menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X ini kini berkiprah di PBB dan berkantor di New York, Amerika Serikat. Bahkan, salah satu anggota PCMI Jogja program SSEAYP 1974, Abdurrahman Mohammad Fachir, adalah Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang baru saja dilantik oleh Jokowi pada Oktober 2014 lalu.
Ke depannya, kami, PCMI Jogja, akan senantiasa berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyararakat pada umumnya, dan pemuda pada khususnya, terutama kaitannya dalam hal local community development.
Ingin menjadi delegasi Jogja selanjutnya dan bergabung bersama kami? Tahun ini, Jogja mendapatkan 5 kuota dari Kemenpora yaitu Australia, India, Jepang-Asean, Malaysia, dan Tiongkok. Akan ada 4 tahapan seleksi yang akan dilaksanakan yaitu seleksi administrasi, seleksi interview (9 April), semi final (12-14 April), dan Grand Final (22-24 April). Nantinya hanya akan dipilih satu orang perwakilan untuk setiap kuota program.
Tertarik? Silakan daftarkan diri Anda ke ppan2016.pcmijogja.com paling lambat 3 April pukul 06.00 WIB.
Lebih dekat dengan kami? Follow twitter dan LINE@: @pcmijogja dan FB : PCMI JOGJA dan http://pcmijogja.com/.

Salam, 
Vinia R. Prima 
Perwakilan Jogja untuk IMYEP 2013