Friday, August 19, 2011

Clap,clap, clap, this is Thailand. Thank you very much...land of smile

Yeah, negeri ini memang sebuah negeri yang menarik, terutama bagi saya ketika pertama kali berkunjung, mungkin anda, atau bahkan sebagian orang. Keeksotisan dan keanekaragaman candi yang menghiasi sudut kota membuat negeri ini makin menarik. Terlebih lagi dengan bagaimana cara rakyat Thailand memperlakukan raja mereka. Mereka menghormati dan sangat bangga dengan raja mereka. Terbukti dengan adanya wajah raja mereka yang menghiasi hampir di setiap sudut. Bahkan nangkring di atas tiang listrik sekalipun. Dan yang cukup menarik bagi saya adalah konsep pemutaran film di gedung bioskop. Sebelum film dimulai, setiap penonton diwajibkan untuk beridri, menyanyikan lagu Nasional Thailand, yang memang selalu diperdengarkan setiap kali sebelum film dimulai. Dan, saya ga tahu kenapa, saat lagu tersebut diperdengarkan dan dinyanyikan, wajah sang raja muncul di screen tempat film akan diputar. Hal ini berlaku di semua bioskop di seantero Thailand. Oh, damn, its true!
Dan  Bangkok, adalah pusat pemerintahan sekaligus ibukota negara seribu pagoda ini. Aura kerajaan yang masih sangat kental tentu bisa langsung terasa. Bangkok memang menyimpan segala keunikan, mulai dari tuk-tuk, china town, BTS skytrain, Songkran festival yang terkenal itu, hingga Mah Boon Kroong,dan juga Chatuchak Weekend Market yang  menjadi pusat cenderamata.
Ah, saya ingin kembali ke kota ini lagi. Bangkok bagi saya selalu magis. Misteri. Dan tentu menyimpan berbagai cerita yang mengesankan. Dari berbagai objek wisatanya, Bangkok-lah yang sering menjadi tujuan wisata bagi para wisatawan, baik luar maupun dalam negeri. Untuk transportasi yang tersedia di kota ini cukup banyak. Mulai dari bis kota, BTS Skytrain, Mass Rapid Transit (MRT), hingga Pier (Perahu layar khas Bangkok). Oh ya, di Bangkok, Pier masih digunakan sebagai sarana transportasi utama di tengah kota. Menyusuri sungai Chao Phraya yang terbentang luas. Hell yeah! J Namun, yang mengherankan, kebersihan sungai tetap terjaga, air juga tampak tak sekeruh seperti di Indonesia.
 Nah, yang menggelitik saya adalah bagaimana warga Bangkok dan juga wisatawan menjaga kebersihan di dalam sarana transportasi. Perlu diketahui, bahwa Bangkok tidak secara khusus memiliki peraturan yang langsung mengarah tentang kebersihan di tempat umum. Hanya ada denda tertentu yang diperuntukkan bagi seseorang yang diketahui telah membuang sampah sembarangan atau melakukan perusakan fasilitas umum.  Dan,  menurut pandangan saya, kebersihan yang ada di transportasi umum adalah kesadaran pribadi bagi warga Bangkok dan juga wisatawan yang singgah.
Hal unik lain yang saya temukan ketika di Bangkok adalah tersedianya sepeda hijau yang diperuntukkan untuk umum, namun tentu dengan syarat dan perjanjian dengan penyedia sepeda. Sepeda ini tersedia di berbagai taman kota yang banyak terdapat di sudut kota, terutama di dekat daerah wisata. Taman kota itu menjadi sarana untuk bersantai, istirahat, sembari menikmati pemandangan kota Bangkok yang ada di depan mata. Sepeda tersebut di cat hijau, sebagi simbol kepedulian pemerintah kota Bangkok terhadap pelestarian lingkungan, terhadap keanekaragaman hayati yang ada. Untuk penyewaan sepeda ini juga cukup mudah, tergantung berapa lama anda akan menggunakannya. J ditambah dengan meninggalkan identitas, yang digunakan sebagai jaminan agar sepeda dapat kembali dengan utuh.
Corak sepeda pun ada yang dilukis dengan gambar pepohonan di sisi ban, sebelah kiri dan kanan.  Ini mungkin adalah semacam sarana mengkampanyekan program mencintai lingkungan sekitar. Mengajak untuk mengurangi emisi dan polusi udara, dengan menggunakan sepeda, sebab Bangkok terkenal dengan predikat macetnya. Atau mengajak masyarakat atau wisatawan yang menyewa sepeda ini  untuk peduli dengan Bangkok, terutama mengenai lingkungan. Kampanye tidak tersurat tersebut ditunjang oleh slogan sederhana yang ada di tembok – tembok sekeliling taman. Slogan tersebut berbun yi `We Build A Better Bangkok`. Sudah tentu, slogan ini merupakan salah satu media yang berfungsi persuasif, mengajak semua orang yang ada di Bangkok, untuk membangun, memikirkan, dan bertindak untuk menciptakan Bangkok ke arah yang lebih baik.
Dan ternyata, di sepanjang jalan yang saya amati, sepeda hijau ini menarik perhatian beberapa wisatawan, sehingga mereka menggunakan sepeda tersebut sebagai sarana transportasi berkeliling kota Bangkok. Tentu lebih efisien dan sangat menyenangkan, dibanding dengan naik bis yang cukup sering terkena traffic jam .
Dan, mungkin yang harus ditiru oleh pemerintah di Indonesia, misalnya kota besar yang padat penduduk yang mentok dengan masalah polusi udara, adalah menggunakan konsep ini. Tentu juga dengan birokrasi peminjaman sepeda  yang tidak sulit dan perawatan sepeda yang tepat, sehingga para pengguna akan merasa nyaman.
Dan, kini saya termangu mengamati kota kelahiran saya. Lalu kemudian saya terpikir, apakah mungkin konsep ini dapat diterapkan oleh pemerintah disini? Yah, mungkin iya mungkin tidak. Tapi, yang jelas, entah konsep itu terealisasi ataupun tidak saya tetap ingin kembali ke Negeri Gajah Putih. Sangat excited  untuk bisa lagi menikmati indahnya sungai Chao Praya, menikmati enaknya Pad Thai dan senggal-senggol ketika naik tuk-tuk. Dan tentunya  menjadi seorang wisatawan yang turut mengucapkan slogan `We Build A Better Bangkok`. J

dan Songkran, dan BTS Skytrain, dan Prha Artit serta Rambuttri Road,
juga Khaosan,Siam Center, MBK, Bis 53, 82, Pier, Sukhumvit, Nana Station, Grand Palace, Dugem jalanan, transgender yang legal, sampai bule Iran yang iseng menggoda, juga semuanya,  segalanya yang tak pernah berhenti , di kota ini, dari pagi,hingga pagi lagi.
Ahh, kapan kita jumpa lagi??




No comments:

Post a Comment